Stop Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak

Jangan Takut Bicara – berani untuk lindungi Perempuan dan Anak di DKI Jakarta

Dalam Puncak Acara Enam belas hari Kampanye Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak (10/12/2020), Ketua TP PKK Provinsi DKI Jakarta, Ibu Fery Farhati menyampaikan apresiasi kepada semua pihak dan para nara sumber dan seluruh yang telah mendukung  rangkaian kegiatan enam belas hari Kampanye Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Provinsi DKI Jakarta, mulai tanggal 25 Nopember – 10 Desember 2020 dan  juga kepada semua kader PKK se DKI Jakarta yang telah terlibat dalam kegiatan ini. Melaui kader PKK, kita harus terus diingatkan akan pentingnya peran keluarga di masyarakat.

Secara virtual, melalui video Ketua TP PKK Prov DKI Jakarta menyampaikan pesan :

“Perempuan adalah roda  penggerak Keluarga Anak adalah harapan untuk masa depan kita. Mereka perlu kita lindungi, dan menjadi tanggung jawab kita bersama, untuk dapat mencegah terjadinya kekerasan terhadap perempuan dan anak”.

Memperingati hari kekerasan terhadap perempuan dan anak, mari kita tingkatkan kepedulian kita dengan memastikan tidak ada kasus kekerasan yang terjadi di lingkungan terdekat kita. Mari bersama sama-sama  kita berperan sebagai sahabat dan keluarga bagi perempuan dan anak disekitar kita. Berani untuk memperjuangkan hak perempuan dan anak dari kekerasan, berani bicara untuk dapat melindungi perempuan dan anak.

Mari kita putus rantai kekerasan; teruskan upaya menjadi pendamping bagi anak anak kita. Peran orang tua menjadi solusi penting menjadi pendamping bagi anak-anak kita. Harus berani bicara dan berani lapor kepada pihak yang berwajib.

Mari kita manfaatkan dengan pesan-pesan akan dapat tersampaikan melalui media sosial dapat disampaikan kepada masyarakat. Semoga upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak ini tidak berhenti di 16 hari ini saja, tetapi kita lanjutkan upaya-upaya pencegahan ini, dengan melibatkan banyak pihak,  berkolaborasi, Insya Allah menjadi pahala kita semua. Lindungi perempuan dan anak Jakarta, tidak hanya dalam 16 hari ini, tetapi ini jadikan momentum untuk dapat terus menghapusan kekerasan terhadap perempuan dan anak, khususnya di DKI Jakarta. Diakhir sambutannya Ibu Fery menutup dengan pantun.

“Bawa mede dan pete kekota, dimasak dengan ikan cucut rasanya enak
Cegah KDRT di Jakarta, ayo bersama lindungi perempuan dan anak”,

(PA/Skr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *