PKK DKI Sosialisasi Program Vaksinasi Covid-19

KAMI SIAP DI VAKSIN..!!

RPTRA Ciganjur Berseri – Puskesmas Kel.Ciganjur, Jakarta Selatan (22 Maret 2021)

Program vaksinasi Covid-19 di Indonesia akan memprioritaskan terlebih dulu tenaga kesehatan, aparat hukum, tokoh agama, dan aparatur pemerintah pusat sampai daerah. Selain itu, Presiden Joko Widodo juga mengumumkan bahwa vaksinasi akan digratiskan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Ketua Tim penggerak PKK Provinsi DKI Jakarta, Fery Farhati bersama seluruh pengurus dan kader PKK se-DKI Jakarta mengambil peran untuk mendukung target program vaksinasi yakni mereka yang berusia lansia, tanpa komorbid atau penyakit penyerta. Kader PKK bergerak dengan semangat untuk melakukan pendataan dan mengajak warga untuk tidak takut di vaksin. Pesan disampaikan melalui kelompok Dasawisma PKK, yang anggotanya terdiri dari 10-20 rumah untuk didata dan disampaikan tentang informasi Vaksinasi Covid-19 dan kegiatan penyampaian informasi dilaksanakan dengan menggunakan pesan-pesan di WA group serta tetap menerapkan protokol kesehatan dan berkordinasi dengan kelompok PKK RT, RW, Tim Penggerak PKK Kelurahan, Kelurahan serta Pusat Kesehatan Masyarakat (puskesmas) setempat.

Kami mengajak seluruh pengurus dan kader PKK se-DKI Jakarta untuk mempersiapkan diri di vaksin, untuk saling jaga dan melindungi dalam menghadapi pandemi.

RPTRA Ciganjur Berseri – Puskesmas Kel.Ciganjur, Jakarta Selatan (22 Maret 2021)

Puskesmas menjadi pusat informasi tentang vaksinasi, dan menjadi contoh penegakan disiplin protokol kesehatan untuk masyarakat. Pada masa pandemi ini, puskesmas berperan untuk mencegah warganya terpapar Covid-19, mendeteksi masyarakat yang diduga terpapar Covid-19 dan merespons bila menemukan warganya terpapar Covid-19. Ketiga fungsi tersebut dilaksanakan oleh puskesmas dengan pendekatan 3T (testing, tracing dan treatment). Jadi sebelum divaksin, petugas kesehatan akan mengecek dan menanyakan rekam medis anda. Orang-orang yang memiliki komorbid penyakit berat seperti kanker, hipertensi, atau diabetes harus berkonsultasi dahulu dengan dokter, karena itu pasien tersebut harus menjaga diri dengan menerapkan 3M secara ketat, penuh disiplin protokol kesehatan.

Setiap orang tidak bisa memilih vaksin mana yang dapat mereka terima, setiap orang hanya akan mendapatkan satu jenis vaksin, daftar penerima vaksin akan dicatat dalam sistem yang terpusat dan terintegrasi untuk memastikan setiap orang tidak akan mendapat dobel vaksinasi.

(Skr/PA)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *