Ngobrol Bareng “PEMBUATAN KALDU DARI SAYURAN UNTUK MAKANAN PENDAMPING ASI (MPASI)”

Kaldu Sayuran sebagai MPASI..

TP PKK Provinsi DKI Jakarta melaksanakan kegiatan berkolaborasi dengan Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian serta Eatright untuk bersama-sama kader PKK se DKI Jakarta pada acara Ngobrol Bareng Diversifikasi Olahan Hasil Pertanian dengan tema Pembuatan Kaldu dari Sayuran untuk Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI). Tema ini menurut saya sangat relevan bagi kader PKK dalam rangka memberikan dorongan dan pendampingan kepada masyarakat khususnya dalam pemenuhan kebutuhan gizi pada menu MPASI.

Ibu Ellisa Sumarlin selaku Wakil Ketua I TP PKK Provinsi DKI Jakarta , memberikan sambutan pada pembukaan yang dihadiri oleh Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian Provinsi DKI Jakarta, Ibu Marina Noor Prativi, STP, MM dari Food and Nutrution Consultant, Pengurus TP PKK Provinsi DKI Jakarta, Pengurus TP PKK Tingkat Kota dan Kabupaten, TP PKK Tingkat Kecamatan, Kelurahan se-DKI Jakarta serta kelompok PKK RW, RT dan Dasawisma PKK yang saya cintai dan banggakan, yang dilaksanakan secara tatap layar dan live di youtube .

Mengkonsumsi sayuran merupakan kebiasaan yang harus kita bangun sejak dini dimulai dari menu MPASI. Kemampuan dan kreatifitas dalam menyajikan menu makanan termasuk MPASI sangat berpengaruh kepada minat atau selera makan anak.  Oleh karena itu olahan sayuran harus dikreasikan sedemikian rupa agar meningkatkan selera makan tetapi tetap terjaga kandungan nutrisinya.

Pembuatan kaldu dari sayuran untuk MPASI merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan konsumsi sayuran di masyarakat sejak usia dini.  Ketersediaan bahan baku baik dari pekarangan sendiri maupun beli di tukang sayur atau di pasar serta mudahnya mengakses informasi terkait pengolahan sayuran merupakan sarana untuk melakukan diversifikasi olahan sayuran di keluarga.

Dengan melihat berbagai manfaat sayuran tersebut, maka tepat sekali apabila para kader PKK mengikuti bimbingan teknis cara membuat kaldu dari sayuran untuk MPASI yang dapat diterapkan di masyarakat melalui kegiatan Posyandu.

(P4/PA).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *