Pencegahan Stunting Oleh Kader PKK

PENCEGAHAN STUNTING OLEH KADER PKK DKI

Berdasarkan WHO, stunting adalah gangguan tumbuh kembang anak yang disebabkan kekurangan asupan gizi, terserang infeksi, maupun stimulasi yang tak memadai.
Pencegahan stunting sangat perlu dilakukan dengan (sumber Kemenkes RI):
1.  Memenuhi kebutuhan gizi sejak hamil
2. Beri ASI Eksklusif sampai bayi berusia 6 bulan
3. Dampingi ASI Eksklusif dengan MPASI sehat.
4. Terus memantau tumbuh kembang anak.
5. Selalu jaga kebersihan lingkungan.

Pencegahan stunting menjadi prioritas pemerintah dan masyarakat di semua tingkatan. Peran swasta, masyarakat dan komunitas harus terlihat secara aktif dalam percepatan pencegahan stunting di masyarakat.  Kondisi saat ini belum optimalnya koordinasi penyelenggaraan tentang pengetahuan gizi spesifik di semua tingkatan. Agar semua pihak di semua tingkatan dapat bekerja sama untuk mempercepat pencegahan stunting, khususnya di DKI Jakarta. Penggerak PKK Provinsi DKI Jakarta, melaksanakan pembinaan di bidang kesehatan anak balita, melalui kegiatan Posyandu setiap bulan (27 Agustus 2020) rutin melaksanakan kegiatan pemeriksaan Kesehatan Ibu dan anak. Sasaran prioritas kegiatan adalah ibu hamil, ibu menyusui, anak balita dan 1000 (Hari Pertama Kehidupan) HPK.

Untuk ibu hamil diberikan edukasi untuk rutin memeriksakan kehamilannya dan juga diberikan makanan tambahan bagi ibu hamil dari kelompok miskin, diberi suplementasi tablet tambah darah; untuk ibu menyusui diberi edukasi konseling menyusui, pemberian makanan bayi dan anak, pemberian makanan tambahan bagi anak gizi kurang dan pemantauan tumbuh kembang anak. Upaya pencegahan stunting bertujuan untuk memastikan agar semua sumber daya diarahkan dan dialokasikan untuk mendukung dan membiayai kegiatan-kegiatan prioritas, terutama meningkatkan cakupan dan kualitas pelayanan gizi pada rumah tangga 1.000 HPK (ibu hamil dan anak usia 0-2 tahun).

Saat pademi Covid 19 para kader Posyandu dan Kader PKK secara mandiri terus mengingatkan para orang tua untuk tetap memantau pertumbuhan anak balitanya setiap bulan dengan melaksanakan penimbangan dan pengukuran tinggi badan secara mandiri, bersaman dengan bulan Vitamin A yang diberikan pada bulan Agustus 2020 dan di catat di buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA).

Selain itu sinergi sumberdaya untuk percepatan pencegahan stunting perlu ditingkatkan dengan optimalisasi peran swasta, masyarakat, individu untuk bergerak bersama dalam pencegahan Stunting. Dengan peningkatan sistem pendataan yang dapat memantau secara akurat dan berkala, data tersebuat akan dapat digunakan data dalam perencanaan dan penganggaran dana kegiatan yang digunakan pemerintah daerah dalam menyusun perencanaan dan penganggaran dana kegiatan agar tepat sasaran, berkelanjutan dan mendukung program SDGs di DKI Jakarta.

(P4/PA)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *